Senin, 19 Agustus 2013

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN YANG KE-68 NKRI

          Pada tanggal 17 Agustus, sudah menjadi kewajiban bagi setiap instansi pemerintahan di Indonesia, mulai dari pemerintah Negara, daerah tingkat I (provinsi), daerah tingkat II (kotamadya/kabupaten), hingga wilayah kecamatan agar mengadakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu pula yang terjadi di Kecamatan Kedungwuni, Kabpoaten Pekalongan ini. Upacara bendera diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB sampai pada pukul 10.30 WIB. Sebelum upacara dimulai, diawali dengan gladi bersih upacara Hari Kemerdekaan pada pukul 08.00
            
            Upacara dihadiri oleh peserta upacara dqan para tamu undangan. Peserta upacara sendiri terdiri dari para PNS yang berdomisili di kecamatan Kedungwuni, kelopok perwakilan pelajar SMA Negri yang ada, kelompok perwakilan siswa SMP Negri, dan kelompok perwakilan siswa SD Negri di Kecamatan Kedungwuni, dan pastinya mahasiswa KKN Tim II Undip 2013. Paduan suara diganti dengan iringan music yang diiringi oleh Corps Marching Band Kecamatan Kedungwuni. Sedangkan para tamu undanganya terdiri dari perwakilan TNI dan para pejabat Kecamatan Kedungwuni termasuk para Kepala Lurah dan Kepala Desa yang ada di Kecamatan Kedungwuni
            
          Pemimpin upacara ini salah satu perwakilan dari TNI. Sedangkan inspektur upacara ini adalah Kepala Camat Kecamaatan Kedungwuni. Upacara dimulai dengan pelaporan dari pmimpin upacara kepada inspektur upacara bahwa peserta sudah siap dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi Lagu Indonesia Raya oleh music dari Marching Band. Pasukan pengibar benderanya berasal dari siswa SMA Negri yang ada di Kedungwuni yang telah diseleksi oleh panitia persiapan upacara HUT Kemerdekaan RI.
        
        Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului, dilakukan mengheningkan cipta yang juga diiringi lagu mengheningkan cipta. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Teks  Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Teks Pancasila oleh petugas yang telah dipilih oleh panitia. Lalu pembacaan Teks Proklamasi oleh Inspektur Upacara.  Tidak lupa juga dilanjutkan dengan pidato oleh Ibu Sumarwati selaku Kepala Camat Kecamatan Kedungwuni dan menjadi Inspektur Upacara.  Setelah itu, pengiring upacara (Marching Band) memainkan beberapa lagu-lagu perjuangan nasional. Di penghujung upacara, para peserta memanjatkan doa yang dipimpin oleh petugas pembaca doa yang telah dipilih oleh panitia. Setelah itu, pemimpin upacara memubarkan barisan peserta upacara

        
          Bendera yang telah dikibarkan tersebut pada upacara di pagi harinya, diturunkan pada sore hari dalam upacara juga pukul 15.00 WIB. Setelah bendera diturunkan, peserta upacara diubarkan dari barisan dan upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pun telah selesai. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-68 Indonesia Tanah Airku

poto bareng ibu camat kedungwuni

poto bareng bapak kades tangkil kulon

poto bareng tamu undangan upacara 17 an 
sedikit informasi aja ,, ari kami team KKN UNDIP II Ds. Tangil Kulon BAreng Ibu camat dll poto bareng lhooooo

hehehehe

SOSIALISASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH

Jumat, 2 Agustus 2013 Tim KKN II Universitas Diponegoro  Desa Tangkil Kulon mengaplikasikan Program Desa Sehat ini akan berlangsung secara bertahap tiap minggunya  dengan progress berbeda- beda, karena guna menuju desa sehat warga desa Tangki Kulon . Pada minggu ke 3 ini Tim KKN II desa Tangkil Kulon memberikan bubuk abate, tanaman Lavender dan ikan cupang kepada warga desa Tangkil Kulon khususnya Dukuh Kebon Agung. Setiap rumah yang diberikan  memberikan fungsi untuk mematikan jentik nyamuk srta memakan nyamuk yang ada dirumah khususnya jentik nyamuk.

Bubuk abate di taburkan untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk, ikan cupang di gunakan untuk memakan atau mempredator nyamuk di bak mandi serta tanaman lavender berfungsi untuk menjauahkan nyamuk dari rumah akibat bau tanaman yang dihasilan.

BERBAGI ILMU DAN PENGALAMAN DALAM PENGEMBANGAN DESA MELALUI BERBAGAI MACAM SOSIALISASI

Pada minggu ketiga ini, kami mengadakan program individu kami yang dijalankan dalam bentuk sosialisasi. Kami membagi dua sesi yang terdiri dari kelompok program sosialisasi. Yang pertama adalah sosialisasi dalam bentuk rapat PNPM yang dibuat dan dirangkai versi Tim II KKN Undip sesuai tema program individu masing-masing kami. Sedangkan sosialisasi yang kedua dilakukan setelah selesai pertemuan agroekosistem yang diadakan setiap minggunya. Dengan kata lain, kelompok program sesi kedua ini melanjutkan rapat agroekosistem dengan tema-tema yang menyerupai topic pembahasan pertemuan agroekosistem
            Kelompok program sosialisasi pada sesi rapat PNPM dilaksanakan setelah selesai berbuka puasa di Posko KKN kami. Acara berlangsung sampai pukul 11 malam. Peserta yang hadir jumahnya 18 orang yang merupakan warga desa dan sisanya 10 orang mahasiswa tim KKN Undip. Program sosialisasi pada sesi ini terdiri dari atas 4 program. Dimulai dari sosialisasi mengenai Pelatihan yang Efektif, lalu sosialisasi mengenai Teamwork dan Leadership, dilanjutkan sosialisasi tentang Problem Solving dan sistem keamanan, pada bagian akhir yaitu sosialisasi mengenai Rumah Sehat. Semua program sosialisasi yang diadakan pada rapat tersebut memiliki tujuan yang sama dengan rapat PNPM yang sebelumnya, yaitu untuk memberdayakan masyarakat dalam pengembangan Desa Tangkil Kulon untuk mencapai tahap madani. Sosialisasi pelatihan yang efektif menyarankan agar apabila para perangkat desa dapat mengadakan pelatihan yang dapat terbilang efektif mampu mengembangkan masyarakat. Sosialisasi teamwork dan leadership menyarankan agar antar individu warga desa dapat saling bekerja sama dalam mengembangkan desa dengan adanya pemimpi yang baik dan memiliki jiwa kepemimpinan baik dalam diri pemimpin warga desa maupun juga dalam diri masing-masing individu
            Setelah itu para peserta dibagikan snack dan minuman sebagai jeda yang lalu dilanjutkan dengan sosialisasi problem solving dan sistem keamanan. Pada bagian ini, peserta diberikan beberapa tips dan langkah-langkah penyelesaian masalah dan disarankan agar memilih satu prioritas masalah yang ada di desa untuk diselesaikan melalui bantuan diagram pareto (Pareto Chart). Sosialisasi ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk membuat diagram Pareto dalam penyelesaian masalah di desa Tangkil Kulon dan lalu dipresentasikan di depan para peserta lainya. Setelah itu dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai rumah sehat yang man berisi tentang ciri-ciri dan tips untuk membangun rumah tempat tinggal yang terbilang sehat
            Pada hari berikutnya, kami mengikuti pertemuan mingguan mengenai agroekosistem Desa Tangkil Kulon yang dimulai pada pukul 9 pagi dan dilanjutkan dengan sosialisasi kelompok program yang kedua. Pertemuan agroekosistem kali ini membahas tentang percobaan (praktikum sains) mengenai pengaruh bahan pewarna terhadap tanaman. Bahan oewarna dalam hal ini diasumsikan sebagai pengganti pestisida yang keduanya memiliki daya serap yang tinggi pada daun tanaman. Selain itu keduanya juga merupakan bahan kimia. Bahan percobaan terdiri dari bahan pewarna biasa yang dicampur dengan air ke dalam gelas, lalu sebagai obyek praktikum dipilihlah daun sawi ijo, daun kol, dan sedotan berwarna putih. Masing-masing obyek dimasukan ke dalam gelas yang terisi campuran air dan bahan pewarna yang telah disiapkan tadi, lalu didiamkan selama lebih dari setengah jam untuk melihat hasilnya


            Hasilnya adalah sebagai berikut:
1.      Daun sawi ijo: menyerap hanya sampai ke batang daun
2.      Daun kol: menyerap sampai ke ujung daun melalui stomata
3.      Sedotan putih: tidak menyerap sama sekali
Daun sawi ijo yang dipilih adalah daun yang kurang segar (agak layu) sehingga daya serapnya menjadi sangat rendah. Sedotan tidak dapat menyerap bahan pewarna yang mana bahan yang dapat menyerap hanya bahan yang memiliki jaringan hidup. Bahan pewarna ini selain sebagai pewarna dapat juga berfungsi sebagai pestisida bagi hama penghisap dan penggigit. Tetapi, dengan bahan pewarna tersebut menyebabkan tanaman layu, khususnya pada ujung daun yang tidak berfungsi lagi
            Setelah selesai pertemuan agroekosistem, peserta masih tetap tinggalo di tempat untuk program sosialisasi dari tim KKN II Undip. Sosialisasi kali ini melanjutkan sosialisasi analisis TOWS yang dari dua pertemuan lalu, dan sosialisasi mengenai agrobisnis dan peluang pengembanganya. Program analisis TOWS menyimpulkan tentang hasil diskusi kelompok minggu lalu yang mana masing-masing kelompok membawa pulang formulir TOWS. Sosialisasi agrobisnis dan peluang pengembanganya dilaksanakan seperti sharing dan berbagi pengalaman tentang pengetahuan agrobisnis dan inovasi usaha agrobisnis (seperti wisata dan restaurant di tengah lahan agrobisnis)

            Program-program kami diatas mendapatkan respond yang positif dari warga desa. Bahkan para warga desa sangat mengharapkan bantuan kami untuk membantu pengembangan Desa Tangkil Kulon ini. Kami juga akan berusaha semaksimal mungkin agar kami dapat benar-benar membantu warga desa dan memiliki pengaruh untuk pengembangan desa ini

PEMBELAJARAN PENINGKATAN SISTEM INFORMASI MODERN

Senin, 23 Juli Tim II KKN UNDIP di Desa Tangkil Kulon memberikan pelatihan tentang pemanfaatan sistem informasi yang modern di balai desa yang di sebut Blog. Manfaat Pembuatan Blog Desa Sarana promosi desa Tangkil Kulon. Manfaat blog yang kedua adalah sebagai media promosi Tangkil Kulon. bisa memperkuat pandangan orang tentang desa Tangkil Kulon. Dengan menulis di blog, orang lain yang membaca akan lebih mengenal desa Tangkil Kulon baik secara personal maupun secara impersonal. Di blog desa Tangkil Kulon juga bebas mengungkapkan ideologi dan menyebarkan pesan-pesan yang baik. Blog sederhana milik Pemerintahan desa Tangkil Kulon dibuat sebagai sarana untuk Mengikuti perkembangan yang ada, di mana hampir di setiap wilayah sudah terkoneksi dengan jaringan internet.Kemudian sebagai Wadah khususnya bagi warga desa Tangkil Kulon, umumnya bagi pihak-pihak yang memerlukan. Dan Mengangkat pamor desa Tangkil Kulon agar kelak bisa Go! Indonesia.serta Memudahkan kami dalam menangkap berita secara online, karena kami menganggap bahwa saat ini jarak wilayah bukanlah menjadi sebab kita untuk maju.

GERAKAN DESA SEHAT di DESA TANGKIL KULON

Kegiatan Multi disiplin..................

Aktifitas :
§  Sosialisasi kesehatan dan kebersihan
§  Pengadaan sarana kebersihan
§  Pemantauan jentik-jentik nyamuk untuk pencegahan DBD
§  Penggerakan pelaksanaan 3M
§  Penggerakan masyarakat untuk bekerja bakti secara rutin
§  Pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai (daur ulang)
§  Pemasaran produk daur ulang                              


Rekomendasi : Program Desa Sehat ini akan berlangsung secara bertahap tiap minggunya  dengan progress berbeda- beda, karena guna menuju desa sehat warga desa Tangki Kulon harus saling bersinergi antara satu sama lain guna mencapai tujuan desa yang diinginkan. Untuk saat ini pelaksanaan program desa sehat sudah mencapai sosialisasi dari tiap kepala Dukuh dan Sekolah Dasar.

Perang Sengit : Warga vs Walangsangit

Kondisi geografis Desa Tangkil Kulon  mayoritas datar didominasi padi dalam pertaniannya.   Seperti musim tanam  kali ini , padi yang ditanam telah berumur sekitar 65 HST (hari setelah tanam).  Untuk menjaga hasil panen  tetap memuaskan dalam hal kualitas dan kuantitas ,di Desa Tangkil Kulon rutin diadakan monitoring  terhadap tanaman pertanian. Kelompok tani yang ada di desa ini rutin mengadakan pertemuan untuk membahas ancaman-ancaman yang mungkin menyerang tanaman pertanian dan berdiskusi untuk menemukan solusi agar tetap dapat memperoleh hasil panen yang memuaskan.

Pengamatan Agroekosistem ini dilaksanakan tanggal 18 Juli 2013 yang  diisi dengan penyuluhan dari Dinas Pertanian yang diawali dengan kegiatan mengamati tanaman padi secara langsung di lapangan. Selanjutnya kelompok tani menuangkan hasil pengamatan dalam gambar rumpun padi beserta hama dan predator alami hama yang ada.  Ditemukan berbagai hama seperti wereng, walang sangit, dan lain-lain. Walang sangit merupakan hama yang harus paling diwaspadai oleh petani karena perkembangannya yang sangat pesat. Namun sejauh ini, berdasar analisis yang dipaparkan oleh dinas pertanian,  tidak diperlukan pengendalian dengan bahan kimia, karena masih ada musuh alami dari hama-hama tersebut yang sering disebut bolo petani, seperti onggo-onggo, oteng, dan kumbang helm yang jumlahnya masih dapat mengatasi jumlah hama yang ada.


        Warga Desa Tangkil Kulon juga telah berupaya membuat bio-pestisida untuk membasmmi walang sangit . Bio-pestisida tersebut dibuat dari buah mojo, daun mindi,dan bahan-bahan alami lainnya. Hasilnya cukup bagus untuk membasmi wereng.

Petugas penyuluh memaparkan cara menganalisis kemungkinan perkembangbiakan hama

            Selanjutnya dipaparkan materi mengenai hama tikus yang juga menjadi ancaman bagi tanaman padi. Perkembang biakan tikus yang sangat cepat membuat petani harus lebih berhati-hati. Dicontohkan, sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi 268 ekor tikus dalam satu tahun. Hal ini menjadi peringatan bagi petani untuk mewaspadai tikus menjadi ancaman bagi hasil panennya.  
            Pengamatan Agroekosistem ini akan dilanjutkan tangal 26 Juli 2013 dan 3 Juli 2013 agar monitoring terhadap tanaman padi dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga tanaman padi dari kemungkinan gagal panen.  

Reportase Progam Multidisiplin Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Pekalongan

Pada kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) TIM II Desa Tangkil Kulon beberapa hari ini memiliki tingkat kepadatan job yang dikerjakan. Dengan berjalannya waktu, maka berjalan pula perisapan-persiapan awal sebelim progam dilaksanakan, yang terdiri dari beberapa persiapan progam individu masing masing mahasiswa yang bertema pemberdayaan masyarakat, namun tidak hanya itu saja, masih ada kegiatan yang lainnya yang dilakukan dari kegiatan di desa serta persiapan progam multidisiplin yang masing-masing rogam terdiri dari 3 fakultas, dan menjadi progam unggulan kami.

            Berdasarkan saat pembekalan KKN yang dilakukan saat beberapa Hari yang lalu di Fakultas Hukum gedung B.202 Bu Camat kedungwuni hadir dan menyampaikan hal serta permasalahan masing masing desa, yang berlanjut ketika survey KKN oleh kami mahasiswa, mendapatkan beberaa permasalahan dari aparat desa Tangkil Kulon tentang administrasi di kantor desa. Oleh karenanya kami mengangkat suatu progam multidisiplin yang bertemakan “Pengadministrasian Kantor Desa Yang Lebih Baik” yang menurut kami memberikan ilmu lebih akan proses dan cara yang benar pada aparat yang menjalankannya, serta tepat untuk menjalankan administradi didesa Tangkil Kulon dan menjadikan contoh bagi desa lainnya. Ilmu yang didapatkan bukan hanya bagi aparat Desa namun Kami yang menjalakannya baik dari segi pengalaman maupun nilai-nilai ilmu administrasi dan organisasi desa.

Progam yang kami rencanakan membutuhkan persiapan dari pengadministasian surat, dimana mahasiswi FISIP jurusan Administrasi Publik mengambil alih acara tersebut yang dilakukan oleh Mrs.R, dan dari TEKNIK ada progam pembuatan mading serta pelatihan blog dimana oleh 2 orang mahasiswa teknik sebut saja Mr. D dan A. Serta yag paling terakhir pengaplikasian Blog di Internet oleh Mr. K dari Fakultas Perikanan Dan Ilmu kelautan.

            Akhirnya tiba waktunya, saat KKN berjalan, beberapa persiapan kami lakukan yang dimulai dari hari ke-2 KKN , kami membagi Jobdes dengan melakukan wawancara pada aparat desa yang bergerak dalam bidang tersebut, baik surat keluar, masuk, kematian dsb. Persiapan yang dilakukan juga tak lupa mewawancarai Kepala Desa setempat tentang hal tersebut. Bebepara permasalahanpun terungkap dan beberapa rapatpun kami adakan di POSKO KKN UNDIP TIM II desa Tangkil Kulon Kec. Kedung Wuni.
            PAda hasil yang kami dapatkan ketika melakukan persiapan progam Multidisiplin yang bersifat Administrasi Desa juga mendapatkan dukungan lebih baik dari DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) serta teman teman KKN yang kami kenal. Progam yang bersifat pengabdian pada masyarakat selain dapat memberikan ilmu yang kita terima dikuliah juga memberikan pengalaman lebih bagi kami akan proses dan cara pengadministrasian baik didesa itu tidak semudah yang dibayangkan. Karna contoh dari masyarakat desa tangkil kulon ada yang kurang bisa terbuka untuk memberikan info tentang ada anggota keluarganya yang meninggal dunia, ini menyebabkan sulitnya pendataan serta masyarakat yang ada juga yang ingin minta secepatnya dalam mengurusi surat kedesa baik itu keterangan tidak mampu ataupun KTP. Hal ini juga jika tidak ada penataan proses makan akan menghambat waktu karna semua kegiatan membutuhkan proses, dan ilmu administrasi dapat diterapkan agar proses berjala lancar
Dalan bidang mading yang diberikan juga menambahkan tingkat kreatifitas dari desa akan Kantor Desa juga memberikan pengetahuan, bukan hanya tetang surat. Karena mading dapat di isi info apapun yang tidak melanggar SARA. Progam yang di akhiri dengan pembuatan Blog dan Pelatihan Blog berguna memberikan pengetahuan teknologi yang lebih maju baik pengetahuan desa maupun tatacara pengurusan surat di DesaTangkil Kulon.
Persiapan selama menurut kami ini masih 75% ini artinya beberapa hari lagi progam akan berjalan, walaupun masih ada kendala yang menjadi permasalan. Sekian perotrasi yang dapat kami berikan akan Progam Multidisiplin.